Minggu, 24 Mei 2015

Kumpulan status GM Han di Suhandono 7



PENJELASAN AKHIR.
salam,
nongol sebentar mo beri penjelasan terakhir pada anggota millis, tiap malam bicara pada Tuhanku meminta untuk disudahi tugas saya, apabila saya tidak menyudahi hal ini dan memberikan kepercayaan pada 7 master mereka tidak akan bisa, untuk itu mereka harus belajar bangsa ini perlu adanya orang orang yang mengurusi masalah spiritual rakyatnya kalau presiden adalah pemimpin administratif yang mengurusi masalah administrasi kenegaraan, anda yang akan mengurusi urusan spiritual bangsa ini. kelompok kita memang kecil akan tetapi kekuatan anda sekalian telah bersinar bagaikan matahari yang banyak sekali, anda sekalian adalah manusia manusia pilihan, anda pernah menanyakan siapakah sin ? sin adalah inisial nama depanku yang berhuruf " S ", namaku Suhandono. akulah yang di panggil wahai sin, akulah yang dijanjikan mendatangi kalian kaum yang bapak-bapaknya belum pernah diberi peringatan sebelumnya. see u bye.


bls:Re: [suhandono] PENJELASAN AKHIR.
salam,
Memang adakalanya kita harus mengakhiri semuanya. dimana pak han memulai dan dimana saatnya harus mengakhiri. itu sudah hukum kekekalan energi (kayak ilmu fisika ya...:D). dan kita serahkan semuanya kepada 7 master yang terpilih. Saatnya ke-7 master mewujudkan impian para leluhurnya. Jadikanlah dan wujudkanlah kedalam wadah yang benar-benar membimbing ke sebuah kemakmuran, kedamaian, kesejahteraan, keadilan,
kejujuran dan kedisiplinan dan yang terpenting adalah Keadilan. Selamat Berjuang Para Master. Semoga diberikan kemudahan dalam membimbing semua umat.
Wassalam. (Dono A.S.)

mohon bantuan
Salam,

Bapak-bapak sekalian mohon bantuan untuk mendeteksi energy yang ada di
dalam diri saya? Apakah saya sudah memiliki energy tersebut? Dan bila
memang belum mohon bantuannya, Bagaimana membuka energy pada level
pertama, kedua, ketiga, keempat, kelima, keenam, dan ketujuh.
Sekian terima kasih.
Wassalam

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Romadhon. Mohon maaf lahir dan batin.

Salam,
ADAPUN DATA SAYA ADALAH SEBAGAI BERIKUT:
Nama : HANDONO ADI SUSANTO
ALAMAT: TANGGUL KULON RT.04 RW.01 nO.04, WONOAYU, SIDOARJO
(Dono A.S.)

NASA
Menurut salah satu majalah, antara tahun 1996 - 1997, Indonesia
didatangi 60 paranormal dunia. Terdiri dari pria maupun wanita.
Mereka datang dari berbagai negara. Tugas mereka melakukan meditasi
di gunung Merapi, gunung Lawu, gunung Dieng, pantai Parang Tritis dan
sebagainya. Menurut sumber yang bisa dipercaya, kegiatan ke 60
paranormal tersebut berawal dari adanya pertanda gaib berupa gejala
alam yang teramat aneh, yang berhasil ditangkap oleh satelit milik
badan angkasa luar Amerika (NASA).
Konon melalui meditasi yang dilakukan oleh paranormal dari berbagai
negara tersebut, yang dilakukan di beberapa gunung dan pantai di
pulau Jawa, dimaksudkan untuk mencari tahu tentang arti sinar putih
terang benderang yang memantul dari pulau Jawa. Berdasarkan pantauan
satelit NASA yang mengorbit, sinar terang itu menembus jauh keluar
angkasa. Anehnya, sinyalemen alam yang sangat fenomenal ini hanya
terjadi di daratan Indonesia, khususnya pulau Jawa.
Gejala alam aneh yang spektakuler ini dicurigai oleh NASA sebagai
aktivitas persenjataan gelap yang misterius. Akan tetapi, NASA
kecewa, sebab deteksi pengintaian jarak jauhnya tak membuahkan hasil.
Bahkan NASA meyakini serta menganggap bahwa gejala alam yang aneh
tersebut menurut sains sulit diperhitungkan. Dengan alasan inilah,
maka akhirnya NASA terpaksa mengirimkan 60 paranormal dari berbagai
negara ke pulau Jawa, guna mencari tahu keberadaan, sekaligus
menyelidiki sinar putih terang benderang yang menembus jauh ke luar
angkasa itu.
ngin tahu hasilnya ? Tentu, hanya NASA sajalah yang mengetahuinya
dengan pasti. Kendati demikian, banyak ahli kebatinan di Indonesia,
terutama dari masyarakat Jawa mengatakan bahwa fenomena alam yang
spektakuler itu adalah pertanda kemunculan Satria Piningit, seperti
yang diramalkan dalam Jangka Jayabaya
Tafsiran pribadi tentang sinar misterius. Kalo menurut saya, mungkin
ada kaitannya dengan Ratu Adil (maybe yes maybe not). Entah "beliau"
udah lahir ke dunia atau masih belum lahir serta masih tersimpan
dalam tulang sulbi ayahnya atau kakeknya atau malah buyut/leluhurnya.
Beliau inilah yang juga disebut "Tunjung seta" atau "Ratu Amisan" di
dalam kitab Jangka Jayabay
(Cokername)

Makna Hanacaraka
Makna Hanacaraka
berdasarkan apa diajarkan oleh kanjeng Sinuhun Sunan Pakubuwono
IX, Raja Kasunanan Surakarta. Tafsir tersebut adalah:
Ha-Na-Ca-Ra-Ka berarti ada " utusan " yakni utusan hidup, berupa
nafas yang berkewajiban menyatukan jiwa dengan jasat manusia.
Maksudnya ada yang mempercayakan, ada yang dipercaya dan ada yang
dipercaya untuk bekerja. Ketiga unsur itu adalah Tuhan, manusia dan
kewajiban manusia ( sebagai ciptaan ).
Da-Ta-Sa-Wa-La berarti manusia setelah diciptakan sampai dengan
data " saatnya ( dipanggil ) " tidak boleh sawala " mengelak "
manusia ( dengan segala atributnya ) harus bersedia melaksanakan,
menerima dan menjalankan kehendak Tuhan.
Pa-Dha-Ja-Ya-Nya berarti menyatunya zat pemberi hidup ( Khalik )
dengan yang diberi hidup ( makhluk ). Maksudnya padha " sama " atau
sesuai, jumbuh, cocok " tunggal batin yang tercermin dalam perbuatan
berdasarkan keluhuran dan keutamaan. Jaya itu " menang, unggul "
sungguh- sungguh dan bukan menang- menangan " sekedar menang " atau
menang tidak sportif.
Ma-Ga-Ba-Tha-Nga berarti menerima segala yang diperintahkan dan yang
dilarang oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Maksudnya manusia harus pasrah,
sumarah pada garis kodrat, meskipun manusia diberi hak untuk
mewiradat, berusaha untuk menanggulanginya.
Makna Huruf
Ha
[ Hana hurip wening suci ] adanya hidup adalah kehendak dari yang
Maha Suci
Na
[ Nur candra, gaib candra, warsitaning candara ] pengharapan manusia
hanya selalu ke sinar Illahi
Ca
[ Cipta wening, cipta mandulu, cipta dadi ] arah dan tujuan pada Yang
Maha Tunggal
Ra
[ Rasaingsun handulusih ] rasa cinta sejati muncul dari cinta kasih
nurani
Ka
[ Karsaningsun memayuhayuning bawana ] hasrat diarahkan untuk
kesajeteraan alam
Da
[ Dumadining dzat kang tanpa winangenan ] menerima hidup apa adanya
Ta
[ Tatas, tutus, titis, titi lan wibawa ] mendasar, totalitas, satu
visi, ketelitian dalam memandang hidup
Sa
[ Sifat ingsun handulu sifatullah ] membentuk kasih sayang seperti
kasih Tuhan
Wa
[ Wujud hana tan kena kinira ] ilmu manusia hanya terbatas namun
implikasinya bisa tanpa batas
La
[ Lir handaya paseban jati ] mengalirkan hidup semata pada tuntunan
Illahi
Pa
[ Papan kang tanpa kiblat ] Hakekat Allah yang ada disegala arah
Dha
[ Dhuwur wekasane endek wiwitane ] Untuk bisa diatas tentu dimulai
dari dasar
Ja
[ Jumbuhing kawula lan Gusti ] Selalu berusaha menyatu memahami
kehendak]Nya
Ya
[ Yakin marang samubarang tumindak kang dumadi ] yakin atas
titah/kodrat Illahi
Nya
[ Nyata tanpa mata, ngerti tanpa diuruki ] memahami kodrat kehidupan
Ma
[ Madep mantep manembah mring Ilahi ] yakin/mantap dalam menyembah
Ilahi
Ga
[ Guru sejati sing muruki ] belajar pada guru nurani
Ba
[ Bayu sejati kang andalani ] menyelaraskan diri pada gerak alam
Tha
[ Tukul saka niat ] sesuatu harus dimulai dan tumbuh dari niatan
Nga
[ Ngracut busananing manungso ] melepaskan egoisme pribadi manusia
(Cokername)

Gunung Lawu
Sebelum dihuni manusia, bumi Jawa telah dihuni oleh golongan dewa-
dewi dan makhluk halus lainnya. Salah satu putra Sang Hyang Jagad
Girinata, yaitu Bathara Wisnu, turun ke arcapada lalu kimpoi dengan
Pratiwi, dewinya bumi…................
----------------------------------------------------------------------
------------------------------

Sebuah teori geologi kuno menyebutkan, proses terbentuknya daratan
yang terjadi di Asia belahan selatan adalah akibat proses pergerakan
anak benua India ke utara, yang bertabrakan dengan lempengan sebelah
utara. Pergerakan lempeng bumi inilah yang kemudian melahirkan Gunung
Himalaya.

Konon,
proses tersebut terjadi pada 20-36 juta tahun yang silam. Anak benua
yang di selatan sebagian terendam air laut, sehingga yang muncul di
permukaan adalah gugusan-gugusan pulau yang merupakan mata rantai
gunung berapi. Gugusan pulau-pulau di Asia Tenggara, yang sebagian
adalah Nuswantoro (Nusantara), yang pada zaman dahulu disebut Sweta
Dwipa. Dari bagian daratan ini salah satunya adalah gugusan anak
benua yang disebut Jawata, yang satu potongan bagiannya adalah pulau
Jawa.Jawata artinya gurunya orang Jawa. Wong dari kata Wahong, dan
Tiyang dari kata Ti Hyang, yang berarti keturunan atau berasal dari
Dewata. Konon karena itulah pulau Bali sampai kini masih dikenal
sebagai pulau Dewata, karena juga merupakan potongan dari benua Sweta
Dwipa atau Jawata.
Mengingat
kalau dulunya anak benua India dan Sweta Dwipa atau Jawata itu satu
daerah, maka tidak heran kalau ada budayanya yang hampir sama, atau
mudah saling menerima pengaruh. Juga perkembagan agama di wilayah
ini, khususnya Hindu dan Budha yang nyaris sama
Al kisah,
dalam kunjungan resminya sebagai utusan raja, Empu Barang atau nama
bangsawannya Haryo Lembusuro, seorang pandhito terkemuka tanah Jawa,
berkunjung ke Jambu Dwipa (India).
Sesampainya menginjakkan kaki di negeri Hindustan ini, oleh para
Brahmana setempat, Empu Barang diminta untuk bersama-sama menyembah
patung perwujudan Haricandana (Wisnu). Namun, dengan kehalusan sikap
manusia Jawa, Empu Barang menyatakan bahwa sebagai pandhito Jawa, dia
tidak bisa menyembah patung, tetapi para Brahmana India tetap
mendesaknya, dengan alasan kalau Brahmana dinasti Haricandana
menyembahnya karena Wisnu dipercaya sebagai Sang Pencipta Tribuwana.
Dengan setengah memaksa, Empu Barang diminta duduk, namun sewaktu
kaki Empu Barang menyentuh tanah, tiba-tiba bumi bergoyang (tidak
disebutkan berapa kekuatan goyangannya dalam skal ritcher). Yang
jelas, saking hebatnya goyangan tersebut, patung tersebut hingga
retak-retak.

Memang,
menurut tata cara Jawa, penyembahan kepada Sang Penguasa Hidup itu
bukan patung, tetapi lewat rasa sejati, sehingga hubungan kawula
dengan Gusti menjadi serasi. Itulah Jumbuhing Kawula Dumateng Gusti.

Orang Jawa melakukan puja-puji penyembahan kepada Gustinya langsng
dari batinya, maka itu dalam perkembangannya disebut aliran Kebatinan
atau perkembangan selanjutnya dikenal dengan istilah Kejawen, karena
bersumber dari Jawa.
Bagi orang Jawa tentang cerita waktu bumi Jawa belum dihuni manusia,
telah dihuni oleh golongan dewa-dewi dan makhluk halus lainnya. Dan
salah satu putra Sang Hyang Jagad Girinata, yaitu Bathara Wisnu turun
ke arcapada kimpoi dengan Pratiwi, dewi bumi.
Dalam pemahaman kejawen, hal itu disikapi dengan terjemahan, kalau
Wisnu itu artinya urip/hidup, pemelihara kehidupan. Jadi jelasnya
awal mula adanya kehidupan manusia di bumi, atas izin Sang Penguasa
Jagad. Dewa perlambang sukma, manusia perlambang raga. Begitulah
hidup manusia, raganya bisa rusak, namun sukmanya tetap hidup
langgeng.
Kemolekan bumi Jawa laksana perawan rupawan yang amat jelita,
sehingga Kerajaan Rum (Ngerum) yang dipimpin Prabu Galbah, lewat
laporan pendeta Ngali Samsujen, begitu terpesona karenanya. Maka
diutuslah dutanya yang pertama yang bernama Hadipati Alip.
Hadipati Alip berangkat bersama 10.000 warga Ngerum menuju Nuswa Jawa. Mereka dalam waktu singkat meninggal terkena wabah penyakit. Tak tersisa seorang
pun. Lalu dikirimlah ekspedisi kedua dibawah pemimpinan Hadipati Ehe.
Malangnya, mereka juga mengalami nasib sama, tupes tapis tanpa tilas.
Masih diutus rombongan berikutnya, seperti Hadipati Jimawal, Je, Dal,
Be, Wawu, dan Jimakir. Semuanya mengalami nasib sama, tumpes kelor.
Melihat semua itu, Prabu Galbah terkejut dan mengalami shock hebat.
Akibatnya, sakit jantungnya kambuh. Dia kemudian jatuh sakit, dan
dalam waktu tak lama mangkat.
Pendeta Ngali Samsujen, merasa bersalah karena nasehatnya menimbulkan
malapateka ini terjadi. Akhirnya beliau mati dalam rasa bersalah.
Tinggal Mahapati Ngerum, karena rasa setianya, dia ingin melanjutkan
missi luhur yang dicita-citakan rajanya. Dia akhirnya ingat pada
sahabatnya yang sakti bersanama Jaka Sangkala alias .....................
Aji Saka, yang tinggal di Tanah Maldewa atau Sweta Dwipa.
Habisnya para migran dari Ngerum ke Tanah Jawa itu, menurut Jaka
Sangkala adalah karena hati mereka yang kurang bersih. Mereka tidak
meminta izin dahulu pada penjaga Nuswa Jawa. Padahal, karena sejak
zaman dahulu, tanah ini sudah ada yang menghuni. Yang menghuni tanah
Jawa adalah manusia yang bersifat suci, berwujud badan halus atau
ajiman (aji artinya ratu, man atau wan artinya sakti).
Selain penghuni yang baik, juga dihuni penghuni brekasakan, anak buah
Bathara Kala. Makanya tak ada yang berani tinggal di bumi Jawa,
sebelum mendapat izin Wisnu atau manikmaya atau Semar.
Akhirnya, Mahapati Ngerum diantar Aji Saka menemui Wisnu dan
isterinya Dewi Sri Kembang. Saat bertemu, dituturkan bahwa wadyabala
warga Ngerum yang mati tidak bisa hidup lagi, dan sudah menjadi Peri
Prahyangan, anak buah Batara Kala. Tapi ke-8 Hadipati yang gugur
dalam tugas itu berhasil diselamatkan oleh Wisnu dan diserahi tugas
menjaga 8 mata angina. Namun mereka tetap menghuni alam halus.
Atas izin Wisnu, Mahapati Negrum dan Aji Saka berangkat ke tanah Jawa
untuk menghadap Semar di Gunung Tidar. Tidar dari kata Tida; hati di
dada, maksudnya hidup. Supaya selamat, oleh Wisnu, Mahapati Ngerum
dan Aji Saka diberi sifat kandel berupa rajah Kalacakra, agar
terhindar dari wabah penyakit dan serangan anak buah Batara Kala.
makna :
Kisah di atas hanya merupakan gambaran, bahwa ada makna yang tersirat
di dalamnya. Wisnu dan Aji Saka itu dwitunggal, bagaikan matahari dan
sinarnya, madu dan manisnya, tak terpisahkan. Loro-loro ning atunggal.
Maka itu, keraton Wisnu dan Aji Saka itu di Medang Kamulan, yang
maksudnya dimula-mula kehidupan. Kalau dicermati, intinya adalah
kawruh ngelmu sejati tentang kehidupan manusia di dunia, sejak masih
gaib hingga terlahir di dunia, supaya hidup baik, sehingga kembalinya
nanti menjadi gaib lagi, perjalanannya sempurna.
Singkat cerita, perjalanan ke tanah Jawa dipimpin oleh Aji Saka
dengan jumlah warga yang lebih besar, 80 ribu atau 8 laksa, disebar
di berbagai pelosok pulau. Sejak itulah, kehidupan di tanah Jawa
Dwipa yang disebut masyarakat Kabuyutan telah ada sejak 10.000 SM,
tetapi mulai agak ramai sejak 3.000 SM.
Sesudah kedatangan pengaruh Hindu, muncul kerajaan pertama di Jawa
yang lokasinya di Gunung Gede, Merak. Rajanya Prabu Dewowarman atau
Dewo Eso, yang bergelar Sang Hyang Prabu Wismudewo. Raja ini
memperkuat tahtanya dengan mengawini Puteri Begawan Jawa yang paling
terkenal, yakni Begawan Lembu Suro atau Kesowosidi di Padepokan Garbo
Pitu (penguasa 7 lapis alam gaib) yang terletak di Dieng atau Adi
Hyang (jiwa yang sempurna), juga disebut Bumi Samboro (tanah yang
menjulang tinggi). Puterinya bernama Padmowati atau Dewi Pertiwi.
Dari perkimpoian campuran itu, lahirlah Raden Joko Pakukuhan, yang
kelak di kemudian hari menggantikan tahta ayahnya di kerajaan Jawa
Dwipa atau Keraton Purwosarito, dan bergelar Sang Prabu Sri Maha
Panggung. Lalu keraton dipindah lokasinya ke Medang Kamulan.
Penggantinya adalah putranya Prabu Palindriyo. Dari perkimpoiannya
dengan puteri Patih Purnawarman, Dewi Sinto, lahir Raden Radite yang
setelah bertahta dan bergelar Prabu Watuguung. Dia memerintah selama
28 tahun. Pemerintahannya mempunyai pengaruh kuat di Jawa Barat.
Adalah kakaknya, Prabu Purnawarman yang membuat Prasasti Tugu,
sebelah timur Tanjung Priuk dalam pembuatan saluran Kali Gomati,
Prasasti Batu Tulis di Ciampea, Bogor.
Untuk menguasai Jawa Timur, Prabu Watugunung mengawini puteri Begawan
Kondang, yaitu Dewi Soma dan Dewi Tumpak. Dia juga mengawini Ratu
Negeri Taruma yang bernama Dewi Sitowoko.
Dalam pemerintahannya terjadi perebutan tahta dengan Dewi Sri Yuwati,
saudara lain ibu (Dewi Landep). Dewi Sri Yuwati dibantu adiknya lain
ibu, Joko Sadono (putera Dewi Soma). Akhirnya Prabu Watugunung
berhasil dikalahkan, dan Joko Sadono menggantikan tahtanya dengan
gelar Prabu Wisnupati, permaisurinya Dewi Sri. Kakak Dewi Sri
diangkat sebagai raja Taruma, bergelar Prabu Brahma Raja... Gunung
Lawu
Menurut legenda,
Gunung Lawu merupakan kerajaan pertama di pulau Jawa yang dipimpin
oleh raja yang dikirim dari Khayangan karena terpana melihat
keindahan alam diseputar Gn. Lawu. Sejak jaman Prabu Brawijaya V,
raja Majapahit pada abad ke 15 hingga kerajaan Mataram II banyak
upacara spiritual diselenggarakan di Gunung Lawu. Hingga saat ini
Gunung Lawu masih mempunyai ikatan yang erat dengan Keraton Surakarta
dan Keraton Yogyakarta terutama pada bulan Suro, para kerabat Keraton
sering berjiarah ke tempat-tempat keramat di puncak Gn.Lawu.
Terdapat padang rumput pegunungan banjaran Festuca nubigena yang
mengelilingi sebuah danau gunung di kawah tua menjelang Pos terakhir
menuju puncak pada ketinggian 3.200 m dpl yang biasanya kering di
musim kemarau. Konon pendaki yang mandi berendam di tempat ini,
segala keinginannya dapat terkabul. Namun sebaiknya jangan coba-coba
untuk mandi di puncak gunung karena airnya sangat dingin. Rumput yang
tumbuh di dasar telaga ini berwarna kuning sehingga airnya kelihatan
kuning. Telaga ini diapit oleh puncak Hargo dumilah dengan puncak
lainnya. Luas dasar telaga Kuning ini sekitar 4 Ha.
Terdapat sebuah mata air yang disebut Sendang Drajad, sumber air ini
berupa sumur dengan garis tengah 2 meter dan memiliki kedalaman 2
meter. Meskipun berada di puncak gunung sumur ini airnya tidak pernah
habis atau kering walaupun diambil terus menerus. Air sendang ini
dipercaya dapat memberikan mujijat bagi orang yang meminumnya. Juga
terdapat bangunan yang berupa bilik-bilik untuk mandi, karena para
pejiarah disarankan untuk menyiram badannya dengan air sendang ini
dalam hitungan ganjil
Juga ada sebuah gua yang disebut Sumur Jolotundo menjelang puncak,
gua ini gelap dan sangat curam turun ke bawah kurang lebih sedalam 5
meter. Gua ini dikeramatkan oleh masyarakat dan sering dipakai untuk
bertapa. Sumur ini berupa lubang bergaris tengah sekitar 3 meter.
Untuk turun ke dalam sumur harus menggunakan tali dan lampu senter
karena gelap. Di dalam sumur terdapat pintu goa dengan garis tengah
90 cm. Konon di dalam sumur Jolotundho ini sering digunakan untuk
bertapa, dan digunakan guru-guru untuk memberi wejangan/pelajaran
kepada muridnya.
Terdapat sebuah bangunan di sekitar puncak Argodumilah yang disebut
Hargo Dalem utuk berjiarah, disinilah tempatnya Eyang Sunan Lawu.
Tempat bertahta raja terakhir Majapahit memerintah kerajaan Makhluk
halus. Hargo Dalem adalah makam kuno tempak mukswa Sang Prabu
Brawijaya. Pejiarah wajib melakukan pisowanan (upacara ritual)
sebanyak tujuh kali untuk dapat melihat penampakan Eyang Sunan Lawu.
Namun tidak jarang sebelum melakukan tujuh kali pendakian, pejiarah
sudah dapat berjumpa dengan Eyang Sunan Lawu.
Di sekitar Hargo Dalem ini banyak terdapat bangunan dari seng yang
dapat digunakan untuk bermalam dan berlindung dari hujan dan angin.
Terdapat warung makanan dan minuman yang sangat membantu bagi pendaki
dan pejiarah yang kelelahan, lapar, dan kedinginan. Inilah keunikan
Gunung Lawu dengan ketinggian 3.265 mdpl, terdapat warung di dekat
puncaknya.
Pasar Diyeng atau Pasar Setan, berupa prasasti batu yang berblok-
blok, pasar ini hanya dapat dilihat secara gaib. Pasar Diyeng akan
memberikan berkah bagi para pejiarah yang percaya. Bila berada
ditempat ini kemudian secara tiba-tiba kita mendengar suara "mau beli
apa dik?" maka segeralah membuang uang terserah dalam jumlah
berapapun, lalu petiklah daun atau rumput seolah-olah kita
berbelanja, maka sekonyong-konyong kita akan memperoleh kembalian
uang dalam jumlah yang sangat banyak. Pasar Diyeng/Pasar Setan ini
terletak di dekat Hargo Dalem.
Pawom Sewu terletak di dekat pos 5 Jalur Cemoro Sewu. Tempat ini
berbentuk tatanan/susunan batu yang menyerupai candi. Dulunya
digunakan bertapa para abdi Raja Parabu Brawijaya V.
Puncak Argodumilah pada saat tertutup awan sangat indah, kita
menyaksikan beberapa puncak lainnya seperti pulau - pulau kecil yang
dibatasi oleh lautan awan, kita merasa berada di atas awan-awan
seperti di kahyangan. Bila udara bersih tanpa awan kita bisa melihat
Samudera Indonesia. kita dapat melihat pantulan matahari di Samudera
Indonesia, deburan dan riak ombak Laut Selatan sepertinya sangat
dekat. Sangat jelas terlihat kota Wonogiri juga kota-kota di Jawa Timur. Tampak waduk Gajah mungkur juga telaga Sarangan. di monggo...pencerahannya..................

MISTERI

Gunung Lawu bersosok angker dan menyimpan misteri dengan tiga puncak
utamanya :
Harga Dalem, Harga Dumilah dan Harga Dumiling yang dimitoskan sebagai
tempat sakral di Tanah Jawa.
Harga Dalem diyakini masyarakat setempat sebagai tempat pamoksan
Prabu Bhrawijaya Pamungkas
Harga Dumiling diyakini sebagai tempat pamoksan Ki Sabdopalon, dan
Harga Dumilah merupakan tempat yang penuh misteri yang sering
dipergunakan sebagai ajang ADU kemampuan olah batin dan meditasi.
Konon kabarnya gunung Lawu merupakan pusat kegiatan spiritual di
Tanah Jawa dan ada hubungan dekat dengan tradisi dan budaya keraton,
semisal upacara labuhan setiap bulan Sura (muharam) yang dilakukan
oleh Keraton Yogyakarta. Dari visi folklore, ada kisah mitologi
setempat yang menarik dan menyakinkan siapa sebenarnya penguasa
gunung Lawu dan mengapa tempat itu begitu berwibawa dan berkesan
angker bagi penduduk setempat atau siapa saja yang bermaksud tetirah
dan mesanggarah.
Siapapun yang hendak pergi ke puncaknya bekal pengetahuan utama
adalah tabu-tabu atau weweler atau peraturan-peraturan yang tertulis
yakni larangan-larangan untuk tidak melakukan sesuatu, baik bersifat
perbuatan maupun perkataan, dan bila pantangan itu dilanggar di
pelaku diyakini bakal bernasib naas.
Cerita dimulai dari masa akhir kerajaan Majapahit (1400 M). Alkisah,
pada era pasang surut kerajaan Majapahit, bertahta sebagai raja
adalah Sinuwun Bumi Nata Bhrawijaya Ingkang Jumeneng kaping 5
(Pamungkas). Dua istrinya yang terkenal ialah Dara Petak putri dari
daratan Tiongkok dan Dara Jingga. Dari Dara Petak lahir putra Jinbun
Fatah, dari Dara Jingga lahir putra Pangeran Katong.
Jinbun Fatah setelah dewasa menghayati keyakinan yang berbeda dengan
ayahandanya yang beragama Budha. Jinbun Fatah seorang muslim. Dan
bersamaan dengan pudarnya Majapahit, Jinbun Fatah mendirikan Kerajaan
di Glagah Wangi (Demak). Melihat situasi dan kondisi yang demikian
itu , masygullah hati Sang Prabu. Akankah jaman Kerta Majapahit dapat
dipertahankan?
Sebagai raja yang bijak, pada suatu malam, dia pun akhirnya
bermeditasi memohon petunjuk Sang Maha Kuasa. Dan wisik pun datang,
pesannya : sudah saatnya cahaya Majapahit memudar dan wahyu kedaton
akan berpindah ke kerajaan yang baru tumbuh serta masuknya agama baru
(Islam) memang sudah takdir dan tak bisa terelakkan lagi.
Pada malam itu pulalah Sang Prabu dengan hanya disertai pemomongnya
yang setia Sabdopalon diam-diam meninggalkan keraton dan melanglang
praja dan pada akhirnya naik ke Puncak Lawu. Sebelum sampai di
puncak, dia bertemu dengan dua orang umbul (bayan/ kepala dusun)
yakni Dipa Menggala dan Wangsa Menggala. Sebagai abdi dalem yang
setia dua orang umbul itu pun tak tega membiarkan tuannya begitu
saja. Niat di hati mereka adalah mukti mati bersama Sang Prabu .
Syahdan, Sang Prabu bersama tiga orang abdi itupun sampailan di
puncak Harga Dalem.
Saat itu Sang Prabu bertitah : Wahai para abdiku yang setia sudah
saatnya aku harus surut, aku harus muksa dan meninggalkan dunia ramai
ini. Kepada kamu Dipa Menggala, karena kesetiaanmu kuangkat kau
menjadi penguasa gunung Lawu dan membawahi semua mahluk gaib (peri,
jin dan sebangsanya) dengan wilayah ke barat hingga wilayah
Merapi/Merbabu, ke Timur hingga gunung Wilis, ke selatan hingga
Pantai selatan , dan ke utara sampai dengan pantai utara dengan gelar
Sunan Gunung Lawu. Dan kepada Wangsa Menggala, kau kuangkat sebagai
patihnya, dengan gelar Kyai Jalak.
Suasana pun hening dan melihat drama semacam itu, tak kuasa menahan
gejolak di hatinya, Sabdopalon pun memberanikan diri berkata kepada
Sang Prabu: Bagaimana mungkin ini terjadi Sang Prabu? Bila demikian
adanya hamba pun juga pamit berpisah dengan Sang Prabu, hamba akan
naik ke Harga Dumiling dan meninggalkan Sang Prabu di sini. Dan dua
orang tuan dan abdi itupun berpisah dalam suasana yang mengharukan.
Singkat cerita Sang Prabu Barawijaya pun muksa di Harga Dalem, dan
Sabdopalon moksa di Harga Dumiling. Tinggalah Sunan Lawu Sang
Penguasa gunung dan Kyai Jalak yang karena kesaktian dan kesempurnaan
ilmunya kemudian menjadi mahluk gaib yang hingga kini masih setia
melaksanakan tugas sesuai amanat Sang Prabu Brawijaya.
Tempat-tempat lain yang diyakini misterius oleh penduduk setempat
selain tiga puncak tersebut yakni: Sendang Inten, Sendang Drajat,
Sendang Panguripan, Sumur Jalatunda, Kawah Candradimuka, Repat
Kepanasan/Cakrasurya, dan Pringgodani. Bagaimana situasi Majapahit
sepeninggak Sang Prabu? Konon sebagai yang menjalankan tugas kerajan
adalah Pangeran Katong. Figur ini dimitoskan sebagai orang yang sakti
dan konon juga muksa di Ponorogo yang juga masih wilayah gunung Lawu
lereng Tenggara
tulisan inipun saya dapet dari seorang teman lama (sesama pendaki
waktu itu)-ada di web lain juga....maap....BAPAK...."...."....
dan seorang sejarawan dan sekaligus paranormal Indonesia....."...maap...EYANG.."....."
(Cokername)

Rumus menghitung potensi keberuntungan
Rumus menghitung potensi keberuntungan kamu, caranya???
Misal : tanggal lahir 2 Juni 1977 dipecah menjadi : 2 + 6 + 1977 =1985
1+9+8+5=23
2+3=5
Sesudah itu baca analisanya :
1. Keberuntungan selalu menyinari hari2 kamu, disaat kamu tidak mengharap atau menduganya. Biasanya tepat pada saat kamu memerlukannya. Namun, kamu tidak pernah terlalu tergantung kepadanya. Ini yang menyebabkan mengapa keberuntungan ini selalu menyertai kamu.....

2. Kamu cenderung berpikir semua orang lebih beruntung disbanding kamu, tapi....jika kamu mendapat restu dan dukungan dari orang lain, boleh dikata hampir tak ada yg tidak bisa kamu lakukan
3. Kamu bisa menjadi makmur dalam semua bidang kehidupan kamu, jika kamu mau bertahan cukup lama pada salah satu bidang dan mencoba menyelesaikannya. Ini merupakan satu-satunya cara untuk mendapatkan peluang yang paling nguntungin kamu.

4. Kamu percaya, setiap orang punya rezeki sendiri-sendiri, tapi kamu adalah orang yg pertama mengenali keberuntungan yang mendatangi kamu. Biasanya dalam bentuk suatu hubungan cinta, terutama pada hubungan cinta yang sudah jadi.

5. Pintu keberuntungan menuju cinta sejati dan karir yang baik baru akan terbuka untuk kamu jika kamu mengurangi dan berhenti berusaha terlalukeras untuk nyenengin semua temen2 kamu.
6. Kamu mungkin tidak merasa beruntung dalam hubungan cinta, tapi
kamu cukup beruntung dikelilingi orang2 yang bener2 nyayangin kamu
7. Keberuntungan ikut berperan dalam keajaiban kecil yang kamu alami.
Terutama dalam hal cinta dan keuangan. Kamu akan menemukan keduanya
saat menindak lanjuti sebuah pertemuan
8. Hanya jika kamu mengambil keputusan dengan hati dan juga dengan
otak, keberuntungan akan mendatangi kamu dalam bentuk karier dan uang
9. Dewi keberuntungan selalu bersahabat dengan kamu, memberi kamu
kekuatan untuk menarik hampir semua orang yang kamu inginkan dalam
hidup ini. Kamu menjadi pembawa keberuntungan bagi teman2 dekat kamu
(Cokername)

ILMU ROGOH TURUK
milis apaan nih mendingan belajar sama gue dari pade elo belajar ilmu
rogo sukmo gak berhasil berhasil mendingan belajar ma gue ilmu rogoh
turuk tanpa amalan dan tanpa puase sama sekali, atu belajar ilmu semar (
mesem dikamar) ato belajar ilmu petruk (mepet di turuk ). grand master
milis ini siape namanye suhandono jangan dipercaya diakan omongannya gak
bisa dipercaya mendingan ikutin jalan gue, guekan matreiya ya gue satria
piningit ya gue almasih ya gue ini yang bakalan nyelametin lo pade ya
gue ini yang elo tunggu tunggu gue ini putra betara indra ya gue ini
budak angon, ah lo pade di boongin same suhandono mau aje diakan tukang
ngibul begitu aje dipercaya, percaya ame gue kalo lo mau selamet,
selametkan badak jawa, tujuh master apaan tuh suhandono lo kalo dah gak
mampu bilang aje ma gue pake alesan segala nyuruh orang gantiin lo
bilang aje lo dah gak ada pemasukan jadi lo males ngurusin budak budak
lo di milis eni kan ah emang elo tukang ngibul kelas kakap, orang orang
milis eni pade mau aje dengerin ape yang dibilangin masterlo yang
kemampuannya belom ade ape apenya dibandingin ame kekutan gue, gue nih
yang menguasai semua kekuatan yang ade di dunia eni. tunggu aje kalo gw
dah bergerak bisa hancur lebur neh semuanya gue obrak abrik tingkatan
gue dah diatas tingkatan semua agame, lo lo pade bagi gue cuma seperti
kutu aje kekuatan lo gak nempil sedikitpun ma gue kakakak, harusnya lo
lo pade beguru ma gue bukan pada adnan krishna sigendut orang india itu
ato suhandono tukang ngibul ntu ato sama siapapun juge nih wa yang
terkuat dan tertinggi saat eni nih, gak ade yang terbaik selain gue saat
ini, buka mate lo pade jangan bengang bengong aje, milis eni nih isinya
cuman orang orang goblok semuanya gak ngerti end paham masalah spiritual
sedikitpun, gue yang terkenal dengan sebutan dewa hidup, ato si pentil
dewa karena ilmu dewa cuma sepentil gw aje, gak ade ape apenye mo ilmu
model ape lo tanya ma gue pasti gue jawab mo tanya siape leluhur lo gw
kasih tau mo ape lo gw beri kakakkak, semalem aje sunan kalijogo nyembah
nyembah sujud di kaki gue siape wali songo suruh maju ke sini gue suruh
jilatin kaki gue kakakak, master lo suhandono suruh beguru lagi ma gue
jangan sok tau dia ngaku ngaku sebagai Yaasin ato jantungnya alquran,
pengetahuan die lom ade sekuku itemnye gue neh, yaasin ntu kepunyaan
orang arab emangnye die arab ape, jawir aje ngaku-ngaku arab, sok tau
die gue neh yang terbaik saat eni. pentil dewa pujaan moja moja.
(Cokername)

pks oyesss
pks oyesss kalo pks menang pemilu inul dicekal dewi persik dicekal semua
perempuan wajib pake jilbab orang hindu pulangin semua ke bali, orang
kristen dilokalisasi di menado dan irian biar pade pake koteka, orang
budha ekspor ke thailand, kita jadikan indonesia sebagai tanah haram,
hanya orang orang islam aje yang bole masuk ke indonesia hidup pks !!!.
kita jadikan indonesia sebagai pusat jihad melawan amerika dan sekutu
sekutunye sekali lagi pks oyesss.
(Cokername)

hidup!!!!!!
hidup pks moga moga aje hidayat nurwahid jadi satrio pandito sinisihan
wahyu ayo kite rame rame dukung pks besok waktu pemilu gw sebagai imam
mahdi ndukung banget kalo pks menangin pemilu eni biar negare eni
berdasarkan syariah hidup pks hidup pks hidup pks, kalo lo lo pade gak
mili pks gw nyatakan elo kafir semuanye biar cewek ceweknya pade
berjilbab semuanye semua tempat pelacuran ditutup pabrik rokok ditutup
pabrik minuman keras ditutup salib dihancurkan gereja gereja dihancur
luluhkan hidup pks hidup pks hidup pks oyesss...
(Cokername)

Dukung
dukung abu bakar baasyir membuat bom bom untuk melakukan bom bunuh diri
untuk itu dukung pks agar cita cita amir mujahidin indonesia dapat mulus
terencana untuk hidup pks hidup pks.

INDONESIA.
PANTUN GELOMBANG CINTA
( JERIT HATI DAN HARAPAN RAKYAT JELATA )
Oleh : Maulana Mahbub Al - Majnun

NUSANTARA NEGERI YANG KAYA
TEMPAT KORUPTOR BERPESTA PORA
HUKUM HANYA MILIK YANG KAYA
KESEWENANG - WENANGAN MERAJALELA

SUDAH JATUH TERTIMPA TANGGA
LIHAT ORANG SUSAH MALAH TERTAWA
BENCANA JADI OBYEK WISATA
PENGGAL SAJA BIANG KEROKNYA

DUNIA DISEMBAH LAYAKNYA TUHAN
AGAMA JADI BAHAN CEMOOHAN
TAK DIRASA SEMUA PERINGATAN
NUSANTARA NEGERI KUTUKAN

BEBAN HIDUP SEMAKIN BERAT
ORANG BAIK BERUBAH JAHAT
TOBAT NASIONAL SUDAH TERLAMBAT
NUSANTARA MENUJU KIAMAT

KAMI WONG CILIK INGIN MENGADU
KEPADA SIAPA KAMI TAK TAHU
BERULANG KALI NYOBLOS PEMILU
TAPI KAMI SELALU TERTIPU

NASIB KAMI TAK PERNAH MENENTU
SAMPAI KAPAN KAMI TAK TAHU
BERHARAP - BERDOA SEPANJANG WAKTU
KAPAN LAKU GELOMBANG CINTAKU ?

KAMI WONG MLARAT PALING NGGAK KUAT
BILA MELIHAT TINGKAH POLAH PEJABAT
SEMUCI – SUCI DAN SEOLAH NINGRAT
PADAHAL DIBELAKANG, . . . . BEJAT

KAMI WONG CILIK CUMA INGIN TAHU
INI MEMANG BENAR ATAU CUMAN ISU ?
AKAN MUNCUL SEORANG RATU
YANG MEMIMPIN ATAS PERINTAH WAHYU

KEYAKINAN TAK BUTUH PEMBUKTIAN
MANUSIA BEBAS TENTUKAN PILIHAN
DIPUNCAK ZAMAN KEHANCURAN
ADAKAH JENDRAL BERHATI INTAN ?

AKU MEMANGGILMU KSATRIA NUSANTARA
KARENA DHARMAMU PADA KEBENARAN
WALAU NASIBMU TERLUNTA – LUNTA
SEMOGA ENGKAU BEROLEH PANGAYOMAN

AKU MEMANGGILMU PANDITA NUSANTARA
KARENA LAKUMU - LAKU YANG SUCI
WALAU DIHEMPAS BADAI DERITA
SEMOGA HIDUPMU SELALU DIBERKATI

MANUSIA PICIK GAMPANG BERMUSUHAN
LANTARAN NAIF MEMAKNAI FIRMAN
BILA TAK TURUN WAHYU KEPEMIMPINAN
PENAFSIRAN EGO MENJADI TUHAN

UMAT MENCARI – CARI DISAAT SEKARAT
SOSOK MANUSIA YANG MENERIMA WAHYU
MELURUSKAN KEMBALI AJARAN NABI MUHAMMAD
BUKAN WAHYU AGAMA BARU

NUSANTARA TAK SABAR MENANTI
TERBITNYA FAJAR - SANG MENTARI HARAPAN
LANGKAH AVATAR SANGAT HATI – HATI
GELAP MALAM PENUH JEBAKAN

SATRIO PININGIT RAHASIA ILLAHI
MANUSIA LUGU MBOTEN MITAYANI
TAK TERJANGKAU SEMUA PREDIKSI
JUGA ILMU PENERAWANGAN TERTINGGI

KELUAR MASUK PURA MANGKUNEGARAN
ALLHAMDULILLAH ORA KONANGAN
KELUAR MASUK RUMAH PEJABAT
TETAP SAJA TIDAK TERLIHAT

SATRIO PININGIT RAHASIA ILLAHI
MANUSIA LUGU MBOTEN MITAYANI
TAK TERJANGKAU SEMUA PREDIKSI
JUGA PENERAWANGAN GAIB TERTINGGI

KECUALI OLEH MEREKA YANG DIKEHENDAKI
DIANTARA HAMBA – HAMBA SEJATI
YANG RELA MEMPERSEMBAHKAN DIRI
DEMI TEGAK HUKUM - KEADILAN ILAHI

NUSANTARA TAK SABAR MENANTI
SATRIO PININGIT RAHASIA ILLAHI
SEDERHANA, TAK BANYAK KONSEP TEORI
CUKUP MENGAMBIL YANG TULUS SUCI

RATU ADIL ALIAS IMAM MAHDI
TAK PUNYA AMBISI MEMIMPIN NEGERI
MANUSIA LUGU MBOTEN MITAYANI
HANYA JALANKAN AMANAH ILLAHI

RATU ADIL ALIAS IMAM MAHDI
TAK PUNYA AMBISI MEMIMPIN NEGERI
CUKUP MENCETAK KADER MUMPUNI
LALU MENGHILANG BAK DITELAN BUMI

KITA SAMPAI DIBATAS WAKTU
KEBENARAN SEJATI MENUNTUN LAKU
LETAKKAN SEMENTARA PEMAHAMANMU
KITA DENGARKAN PENUTURAN WAHYU

BAGI YANG SUNGGUH MEMBUKA HATI
DENGAN POLOS TANPA PRASANGKA
SATRIO - PINANDITA SIAP MENEMANI
SAMPAIKAN KEBENARAN APA ADANYA

TABIR MASA MEMBUNGKUS RAHASIA
KAYAKAN CERITA AKAN NUANSA
BERDETAK JANTUNG KARENA ASA
MENGUJI NYALI JIWA PERKASA

WAHAI APARAT - PENEGAK HUKUM NEGARA
WAHAI ULAMA – PANDITA NUSANTARA
WAHAI PUTRA – PUTRA TERBAIK BANGSA
APAKAH AKAL DAN NURANIMU BUTA !!

Semarang,15 November 2007
Ditemani Gudang Garam Surya
Gudang air mata,Garam kehidupan, Surya pencerahan
Bravo IMAM MAHDI, para kekasih tak sabar menanti

Hidayah datang tak pandang bulu
Merasuk kedasar keyakinan,sepenuhnya atas kuasaNYA
salam bagi semua "orang gila" Semoga kita segera bersua.
Puisi ini adalah puisi orisinil penulis, yang diilhami dari mimpi 7
kali berjumpa IMAM MAHDI alias RATU ADIL alias SATRIO PININGIT alias
AVATAR alias SATRIO PINANDITO SINISIHAN WAHYU alias
"MALIKUL MUQSITH"
Allah Subhaanahu Wataaala memberi GELAR KHUSUS sosok orang yang
menerima wahyu diakhir zaman ini dengan gelar dan panggilan "MALIKUL
MUQSITH"
MALIKUL – MUQSITH bila diterjemahkan dalam bahasa Indonesia kurang
lebih berarti RAJA ( PENEGAK ) KEADILAN alias RATU ADIL.
Dia menerima wahyu untuk meluruskan kembali ajaran Nabi Muhammad yang
sudah banyak di selewengkan, ditambah – dikurangi serta di putar
balikkan. Wahyu yang diterima bukanlah wahyu KENABIAN sehingga jelas
tidak membawa AGAMA BARU, dan orang yang menerima wahyu ini sangat
tidak pantas dan SALAH BESAR jika di sebut NABI BARU.
IMAM MAHDI adalah sebutan atau istilah yang lain untuk sosok yang
dipanggil ALLAH dengan MALIKUL MUQSITH ini, ia NYATA dan memang
benar – benar ADA. IMAM MAHDI berarti pemimpin pemberi petunjuk .
RATU ADIL juga menerima wahyu kepemimpinan dalam arti RATU ADIL
adalah orang yang memang dipilih ALLAH dan DIPERINTAH untuk memimpin
dan membenahi negeri ini (NUSANTARA). Dalam konteks Indonesia yang
sempit, beliau menjadi RATU ADIL dan dalam kapasitas yang lain dalam
konteks dunia yang lebih luas beliau menjadi IMAM MAHDI.

Di zaman kelak Ratu Adil memimpin, kebenaran dan HUKUM ILAHI akan
benar – benar ditegakkan. Meskipun beliau seorang muslim yang taat
menjalankan syariat, tapi beliau memiliki toleransi dan apresiasi
yang tinggi dengan semua pemeluk agama dan semua aliran kepercayaan.
Beliau mengayomi semua golongan dengan keadilan, kebenaran, dan
kejujuran. Beliau didampingi oleh ruh - ruh para Nabi dari semua
AGAMA BESAR di dunia, baik Isa, Muhammad, Musa, Daud, Adam, Sri
krisna, & Sidharta Gautama. Selain itu turut mendampingi beliau ruh
leluhur Pulau jawa yaitu Sunan Lawu alias Brawijaya Pamungkas, Eyang
Sabdo Palon dan Naya Genggong. Selain itu turut mengawal beliau ruh-
ruh seluruh raja NUSANTARA yang bertaqwa .Juga banyak ratusan ruh
wali-wali dari semua agama di sepanjang sejarah umat manusia . Allah
tidak tanggung – tanggung dalam menurunkan seluruh KEKUATANNYA untuk
mewujudkan tata kehidupan dunia yang lebih spirituaL dan lebih
manusiawi. Kekuatan Allah itu dititipkan sebagai fasilitas perjuangan
kepada IMAM MAHDI – RATU ADIL dan PASUKANNYA. Alangkah berbahagia
jika anda yang membaca tulisan ini bisa ambil bagian menjadi pasukan
MALIKUL MUQSITH ini.

Penulis sebelumnya adalah orang yang skeptis akan RATU ADIL yang
menurut penulis itu Cuma MITOS. Tetapi petunjuk mimpi yang beruntun
sebanyak 7 kali dalam kurun waktu th. 2005 – 2007, telah merubah
pandangan dan keyakinan penulis secara drastis dan radikal - karena
disetiap mimpi, gambarannya begitu jelas dan gamblang.
Serta "ndilalah" semua informasi dari ketujuh petunjuk mimpi bisa
terekam rinci dalam ingatan penulis. Selain berisi banyak informasi,
petunjuk mimpi itu juga memberi beberapa terapi atau METODE
PEMBERSIHAN JIWA TERBAIK MENURUT VERSI ALLAH SWT, sehingga
berpengaruh dahsyat bagi lahir batin penulis.

Tulisan ini adalah media bagi penulis untuk berbagi pengalaman dan
mempromosikan keyakinan yang nyata. Dan semoga berguna sebagai sarana
untuk menjembatani pemahaman masyarakat terhadap keberadaan Beliau
yang sebenarnya memang nyata adanya. Penulis prihatin dengan
banyaknya orang yang mengaku – aku menerima wahyu tanpa bisa memberi
bukti kongkrit yang meyakinkan bahwa mereka (yang ngaku-ngaku itu)
benar – benar menerima wahyu. Sebagai panduan agar masyarakat tidak
dibodohi maka penulis ingin menginformasikan bahwa orang yang
menerima wahyu :

1. Kenal akrab dengan Malaikat Jibril sebagai Malaikat Penyampai
Wahyu. Dan tahu secara rinci tentang Jibril- termasuk bunyi redaksi
tasbih malaikat jibril kepada Allah.Begitu pula bacaan tasbih dari
Malaikat – Malaikat yang lain, Imam Mahdi yang sanggup berkomunikasi
dengan mereka pasti tahu bacaannya semua.

2. Jika benar seseorang menerima wahyu, dia pasti juga mengalami
pembersihan jiwa langsung dari Allah sebagaimana Nabi Muhammad
mengalaminya. Mengapa ? karena untuk menerima wahyu suci, jiwa
seorang penerima wahyu HARUS disucikan dulu oleh Dzat yang Maha Suci
untuk sanggup menerima wahyu yang suci.

3. Sebagai sesama penerima wahyu, seorang IMAM MAHDI atau apapun
istilah dan namanya pasti sangat mengenal SELUK BELUK nabi - nabi
sebelumnya yang juga menerima wahyu. Meskipun dalam konteks IMAM
MAHDI wahyu yang turun bukanlah wahyu kenabian, tetapi pasti seorang
IMAM MAHDI mengenal dengan rinci rahasia yang dimiliki Nabi Muhammad,
begitu juga nabi – nabi sebelumnya. Sebagai cara untuk mengetes
misalnya :
a. Seorang IMAM MAHDI pasti tahu dan bisa menunjukkan bacaan tasbih
Nabi Daud kepada Allah.
b. Imam Mahdi pasti tahu hadist – hadist Nabi Muhammad yang di
palsukan atau yang TAK PERNAH SAMPAI kepada kita karena sebab – sebab
tertentu padahal dulu hadist itu benar – benar ada.
c. Imam Mahdi pasti tahu kapan dan pada usia berapa Nabi Isa wafat,
dan tahu bunyi doa yang dipanjatkan Nabi Isa saat diizinkan Allah
menghidupkan orang yang sudah mati.

4. Bila benar seorang RATU ADIL sejati yang menerima WAHYU
KEPEMIMPINAN, dia pasti :
a. Mengerti kunci untuk membuka harta karun NUSANTARA dan seluruh
kekayaan alam yang berguna untuk membangun kemakmuran rakyat.
b. Sanggup meluruskan sejarah perjalanan bangsa yang diputarbalikkan.
c. Mengerti cara yang paling tepat dalam memimpin dan mengatur
INDONESIA.

Minimal pertanyaan - pertanyaan diatas jika bisa di jawab oleh siapa
saja yang mengaku - aku dan ia bisa menunjukkan dengan meyakinkan,
maka BER BAI'AT LAH karena seorang IMAM MAHDI yang sejati pasti bisa
menjawab semua pertanyaan yang sangat mendasar dan eksistensial itu.
Baiklah, kami kira masih banyak petunjuk mimpi yang tidak semuanya
bisa saya ungkapkan-kecuali jika anda meyakini karena didorong oleh
rasa pencarian sejati layaknya seorang pencari kebenaran ALLAH yang
hakiki.

Cukup sekian semoga tulisan ini bisa berguna……amin.
Sekian..
Tertanda,
01'12'2007
Sunan Kuning Penebar Pesona Indonesia
(Cokername)

Kanjeng Ratu Kanjeng ratu
lek dawuh Omongane nembus roso Ora pendito ora dewo podo kroso Sinebut
ing serat Joyoboyo, mbesuk selet-selete tahun 1928 saka utowo 2006
masehi, ono dewo ngejowantah apengawak menungso, oposuryo podo bethoro
kresno awatak bolodewo isih timur keceluk wong tuo dudu pendito sinebut
pendito, dudu dewo sinebut dewo lumrahe menungso. Elingo iki 2008
Kanjeng ratu wis teko Iyo ingsun Kang ajejuluk Sri Baginda Yang Mulia
Sultan Agung hamengku Adiling Gusti Sunan Bonang mejang Muride ora oleh
krungu menungso JenengKu podo karo jenenge romoKu, jenengKu podo karo
jenenge mbahKu yoiku Nabi Muhammad saw, jenengKu terpampang neng Arsy
Gusti Ratu Adil
Ratu Adil
Moh. Syahrul Munir
(Cokername)

Kita masih Tertidur Nak
100 tahun lalu kita pernah bangkit, lalu beberapa puluh tahun
kemudian kita tertidur, dan kini ngorok sampai ngelindur… begitu-kira-
kira gambaran indonesia Kini, saking asiknya ngorok, kita ngiler… dan
air liur kita itu menodai rasa nasionalisme bangsa ini, satu persatu
mulai ingin mandiri, menjadi negara sendiri, karena tak ada lagi yang
harus di banggakan dari negra kepulauan ini.
Dulu saya Bangga menjadi rakyat indonesia, dan bangga memiliki
pahlawan-pahlawan hebat dari negri yang besar ini. satu-satunya
negara di dunia yang memiliki sejarah perjuangan panjang terhadap
kemerdekaannya. merdeka dengan perjuangan sendiri, bukan dengan
pemberian seperti malaysia yang di berikan kemerdekaan oleh sang
penjajahnya Inggris. atau pun Referendum seperti Timor leste.
Pelajaran sejarah yang di berikan oleh guru saya yang nasionalis,
dengan semangat dan berapi-api, semakin membuat saya bangga, saya
terlahir di sebuah negri yang besar, rakyatnya yang bertoleransi
tinggi, dan kekayaan nya yang melimpah. itu dulu..
Ketika di ceritakan sosok Ir. Juanda. saya langsung berkhayal menjadi
seorang diplomat. karena guru saya tadi selalu bilang, " jika bukan
Ir. Juanda, tentu indonesia bakal terpecah-pecah karena batas
wilayah. karena lobi-lobi dalam perundingan nya lah. indonesia banyak
di untungkan dengan batas wilayahnya. wajar jika akhirnya nama beliau
di abadikan sebagai sebuah nama bandara di jawa timur.
Ketika guru saya menceritakan Sosok jendral besar Sudirman, saya
langsung berkeinginan menjadi tentara. Ingin menempatkan nasionalisme
sebagai yang utama. tanpa mengorbankan kewajiban kita yang lain
tentunya.
Sudirman adalah sosok jendral yang sangat sayang terhadap pasukannya.
selalu menjadi yang terakhir dalam berbagi kesenangan, dan selalu
menjadi yang pertama jika dalam pasukan terjadi kesusahan. sehingga
tak ada satupun kontroversi dari kisah sejarah beliau. Lawan dan
kawan sangat bangga pernah mengenal beliau.
Jendral yang tak pernah mengenal kata menyerah, teguh pendiriannya
berani langkahnya.
Ketika sakitpun beliau siap memimpin perang melawan penjajah, bahkan
soekarno pernah meminta beliau agar tetap di kota jogjakarta setelah
Ibu kota indonesia saat itu telah jatuh ke tangan belanda, Kondisinya
yang sakit parah saat itu menyentuh hati soekarno agar Panglima
perang nya tersebut istirahat dan tidak melanjutkan peperangan. tapi
Sudirman dengan tegas menolak, bahkan beliau menegaskan kepada
soekarno, jika soekarno sebagai presiden sekaligus pimpinan tertinggi
militer tidak siap memimpin perang, maka Dia sendiri sebagai panglima
militer akan memimpin langsung peperangan melawan belanda. dan
soekarno pun menghargai pilihan sudirman. dan merestui keputusan nya
melakukan perang griliya.
Kegigihan seorang jendral besar membuat saya bangga telah menjadi
bagian dari bangsa ini. sebuah kebanggaan memiliki pahlawan-pahlawan
yang gagah berani. tapi kini saya bertanya…. apakah politisi-politisi
yang ada sekarang ikut ngomong juga jika dalam suasana kalut seperti
dulu?
yang ada kini malah kumpulan orang-orang kaya di daerah, yang bukan
ahlinya dalam masalah politik, dipilih menjadi caleg karena nama
besar keluarga dan uang, karena dana yang besar itu juga akhirnya
menjadi anggota legislatif, padahal tak sedikitpun mereka-mereka itu
memiliki kemampuan berpolitik atau berorganisasi, sehingga keputusan-
keputusan yang di hasilkan pun berdasarkan uang. walau tak sedikit
pula yang duduk di legislatif karena memiliki rasa ingin
memperjuangkan negara ini menjadi negara yang maju dan bermartabat.
tapi tak bisa di pungkiri juga hal yang saya sebutkan diatas memang
nyata dan ada.
Lalu apa yang bisa di banggakan dari tokoh-tokoh negara ini sekarang?
Uang… uang dan uang,,, semua karena uang, Jikapun ada dia tak
memiliki daya… Ibarat berada pada sebuah kelompok pencuri, hanya 2
orang yang ingin tobat, tapi karena tuntutan dan hasil yang
bergelimang, Niat itu hilang dengan sendirinya… berjalan mengikuti
arus yang telah di ciptakan pada kelompok itu. lalu menikmati… dan
kembali pada kelompoknya, tenggelam dan tenggelam semakin dalam
Kita hanya menonton, dan menjadi korban dari permainan mereka..
sabar… sabar… Indonesia lagi di rundung duka,, hanya itu kata penguat
untuk tetap mempertahankan rasa nasionalisme kita…sambil; menunggu
satria piningit yang dieamalkan tiba
100 tahun kebangkitan Indonesia, ternyata kita masih tertidur dan
belum merdeka. saya tetap bangga pernah memiliki pahlawan yang gagah
berani, hanya saja kini kecewa, saya harus menghadapi kenyataan,
perjuangan pahlawan-pahlawan besar itu harus di hargai semurah ini.
Jangan pernah pilih caleg karena keturunan keluarganya!! Pilih yang
memang ahli dalam bidangnya!!! itu awal kita menentukan arah untuk
Merdeka!!
Kesambet apa ya gue, jadi nasionalis gini
(Cokername)

Masih Adakah Ă‚“SemarĂ‚” dalam Lingkaran Elite Kekuasaan?
Para penggemar pakeliran wayang purwa, pasti sudah tidak asing lagi
dengan tokoh Semar. Bersama ketiga anaknya, Gareng, Petruk, dan
Bagong, Semar seringkali hadir ketika dunia pakeliran mencapai
tahap "gara-gara" alias klimaks yang menandai kacaunya situasi
kehidupan di mayapada. Melalui karakternya yang khas dan tersamar,
Semar mewakili basis kehidupan "wong cilik" yang seringkali tertindas
dan menjadi korban pertarungan kaum elite yang tengah berebut
kekuasaan.

Namun, Semar yang tampak adalah wadag kasar Janggan Semarasanta.
Semar yang sesungguhnya adalah putra Sang Hyang Wisesa yang diberi
anugerah mustika manik astagina yang mempunyai delapan daya (tidak
pernah lapar, tidak pernah mengantuk, tidak pernah jatuh cinta, tidak
pernah bersedih, tidak pernah merasa capek, tidak pernah menderita
sakit, tidak pernah kepanasan, dan tidak pernah kedinginan).
Kedelapan daya tersebut diikat pada rambut yang ada di ubun-ubun
alias kuncung. Semar atau Ismaya juga memiliki beberapa gelar
sekaligus, yakni Batara Semar, Batara Ismaya, Batara Iswara, Batara
Samara, Sanghyang Jagad Wungku, Sanghyang Jatiwasesa, atau Sanghyang
Suryakanta. Ia diperintahkan untuk menguasai alam Sunyaruri (alam
kosong) dan tidak diperkenankan menguasai manusia di alam dunia.

Siapakah Janggan Semarasanta itu? Dalam jagad pakeliran, dia adalah
anak sulung Batara Wungkuam atau Sanghyang Bongkokan yang
berperawakan cebol, ipel-ipel, dan berkulit hitam. Sedangkan, Batara
Wungkuam atau Sanghyang Bongkokan merupakan salah satu keturunan
Batara Semar, hasil pernikahannya dengan Dewi Sanggani, putri
Sanghyang Hening. Karena tidak diperkenankan menguasai kehidupan
manusia di mayapada, Batara Ismaya menitis ke wadag Janggan
Semarasanta yang akhirnya menjadi abdi setia di Pertapaan Saptaarga.

Kisahnya bermula ketika Semarasanta dikejar oleh dua harimau. Dia
lari sampai ke Saptaarga hingga akhirnya ditolong oleh Resi
Kanumanasa. Oleh Sang Resi, kedua harimau tersebut diruwat dan
berubahlah menjadi bidadari yang molek. Yang tua bernama Dewi
Kanestren dan yang muda bernama Dewi Retnawati. Dewi Kanestren
diperistri oleh Semarasanta, sedangkan Dewi Retnawati menjadi istri
Resi Kanumanasa. Mulai saat itulah Semarasanta mengabdi di Saptaarga
dan diberi sebutan Janggan Semarasanta.
Semar



1. Petruk 2. Gareng 3. Bagong
Sebagai pamong atau abdi, Janggan Semarasanta dikenal sangat setia
kepada bendara alias Tuan-nya. Ia selalu menganjurkan untuk menjalani
laku prihatin dengan berpantang, berdoa, mengurangi tidur dan
bertapa, agar mencapai kemuliaan. Banyak saran dan petuah hidup yang
mengarah pada keutamaan, sehingga hanya para resi, pendeta, atau
ksatria yang mampu menjalani laku prihatin dan kuat diemong oleh
Janggan Semarasanta. Dalam catatan kisah pewayangan, ada tujuh orang
yang kuat diemong oleh Janggan Semarasanta, yakni Resi Manumanasa
sampai enam keturunannya; Sakri, Sekutrem, Palasara, Abiyasa,
Pandudewanata, dan Arjuna.

Jika sedang marah kepada para Dewa, Janggan Semarasanta katitisan roh
eyangnya; Batara Semar. Jika dilihat secara fisik, Semarasanta
hanyalah seorang manusia cebol jelek dan hitam. Namun, sesungguhnya
dia adalah pribadi dewa yang bernama Batara Semar atau Batara Ismaya.
***

Lantas, apa hubungan antara Semar dan konteks kekuasaan kontemporer
saat ini? Secara langsung tidak ada memang, apalagi Semar hanyalah
sebatas tokoh dalam mitos pewayangan yang tidak memiliki urgensi
dalam lingkaran elite kekuasaan. Meski demikian, karakter tokoh Semar
agaknya masih amat relevan jika dikaitkan dengan pola-pola
kepemimpinan dalam lingkaran elite kekuasaan kontemporer saat ini.
Pertanyaan menggoda yang layak dijawab adalah masih adakah "Semar"
dalam lingkaran elite kekuasaan?

Yups, sebagai simbol kearifan, terutama dalam dunia wayang, Semar
merupakan dewa yang menyamar sebagai kawula alit (orang kecil) untuk
mengembalikan perdamaian ketika negara dalam keadaan genting. Semar
bisa jadi merupakan tokoh yang menyimpan sumber kepemimpinan
kharismatik sekaligus juga rasional. Ia dikenal ahli dalam bidang
politik, ekonomi, dan sosial yang terbukti telah mampu meredam
gejolak dan kemelut yang meruyak di tengah-tengah kehidupan
masyarakat. Dia dikenal konsisten dalam bersikap, tegas mengambil
keputusan, dan tak pandang bulu dalam memberikan sanksi hukum kepada
siapa pun yang nyata-nyata terbukti melawan hukum.

Yang mengagumkan, Semar dikenal tidak banyak cakap dan tidak suka
menjual janji-janji menggiurkan kepada rakyatnya. Dia lebih suka mewujudkan apa yang menjadi impian dan harapan rakyat. Selain itu, ia juga menyimpan kekuatan fisik yang dikenal dalam idiom Jawa sebagai kadigdayaan dan kekuatan supranatural yang luar biasa (Abdul Munir Mulkhan, 2001)
Segala kelebihan dalam diri Semar itu baru bisa digunakan ketika
penindasan dan ketidakadilan kian merajalela. Dia tidak muncul setiap
saat. Semar butuh momen yang tepat, yakni ketika kondisi sosial-
politik mengalami chaos dan kekacauan. Dia akan muncul secara tiba-
tiba. Kemelut akan segera berakhir ketika Semar mengoperasikan
kedigdayaan-nya, sehingga memengaruhi keputusan pemerintahan dan
kekuasaan para dewata.

Semar memang hanya ada dalam dunia mitologi. Meski demikian, tak ada
salahnya jika mitos itu menjadi sebuah kesadaran budaya dan politik
sebagai referensi seluruh dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara.
Semar identik dengan kepintaran, kecerdikan, kesempurnaan, kebijakan,
dan sifat terpuji lainnya. Nah, lantas memang masih adakah "Semar"
dalam konteks lingkaran elite kekuasaan di negeri ini?

Pertanyaan semacam itu agaknya tidak mudah untuk dijawab. Realitas
sosial-politik di negeri ini, diakui atau tidak, seringkali membuat
kita sesak napas. Dalam kondisi masyarakat kita yang paternalistis,
rakyat akan dengan mudah menyaksikan bagaimana kaum elite yang berada
dalam lingkaran kekuasaan itu mengelola dan mengendalikan negara.
Secara jujur juga mesti diakui, kaum elite kita belum sepenuhnya
mampu membebaskan diri dari godaan kanan-kiri yang "memaksa" mereka
terlibat dalam permainan busuk, korup, hasrat menguasai orang lain,
sikap memperkaya diri sendiri, benci terhadap kelompok lain, rakus
kekuasaan, mencuri harta rakyat, dan sederet sikap tak terpuji lainnya.

Kita selalu ingat betapa mereka sangat cerdas dalam membangun opini
publik ketika berkampanye. Taburan retorika dan kata-kata manis
meluncur dari balik mimbar. Yel-yel politik menggema ke angkasa
hingga mampu menggetarkan pintu langit. Massa terhipnotis. Sosok
pemimpin yang jujur dan adil membayang di setiap kali. Namun, ketika
retorika dan kata-kata manis itu berhasil mengantarkan mereka dalam
sebuah singgasana kekuasaan, rakyat mesti harus lebih banyak menelan
ludah. Janji untuk memperbaiki hal-hal yang mendasar bagi rakyat,
seperti sandang, pangan, papan, pendidikan, kesehatan, atau lapangan
kerja, tak lebih hanya sebuah permainan retorika. Penguasa seringkali
membangun pencitraan publik melalui gaya eufemistik untuk membesar-
besarkan keberhasilan semu. Yang lebih memprihatinkan, penguasa tak
berdaya dalam membersihkan praktik korupsi yang berlangsung dalam
lingkaran kekuasaannya. Muncul Sengkuni-sengkuni gaya baru yang suka
menjilat pantat atasan sehingga perilaku busuk yang mereka lakukan
bisa terbungkus dengan rapi.

Dalam mengendalikan roda kekuasaan yang sarat intrik dan rentan
terhadap berbagai macam bentuk kekacauan, dibutuhkan sosok pemimpin
berkarakter Semar yang ahli dalam mengatasi berbagai macam krisis,
meredam berbagai konflik, mencegah gejala disintegrasi bangsa,
memberantas KKN; cerdas dalam menciptakan lapangan pekerjaan, dan
mengangkat ekonomi rakyat. Semoga roh Batara Ismaya yang smart dan
memiliki wisdom semacam itu "menitis" ke dalam nurani para pemimpin
kita, baik yang berada di level kabupaten/kota, provinsi, maupun
negara, hingga akhirnya mereka mampu mengantarkan bangsa dan negeri
ini pada sebuah peradaban yang terhormat dan bermartabat. ***
(Cokername)

KPK ( KENYOT PLINTIR KENYOT )
waduh pade esmosi yee santai aja man nanti darah tinggi lo pade naek
kan jadi bahaye tuh nanti malah pada jadi " R " ato nanti malah malah
jadi " M " makanye jangan seperti pemerintah nyang sekarang eni naikin
bbm molo padahal kalu pajak diurus dgn bener dah bisa nutup semuanya
dasar pemerintah kurang kreatip. apa perlu gue keluarin jurus KPK (kenyot plintir kenyot) biar pada merintih dah meringis.
(Cokername)

Raja datang
wa raja diatas raja kate siape ada raja selain ane kalo kate itu pendek
wa yang paling tinggi lo lo pade kate kate alias cebol hihihi jangan
khawatir jangan susah jangan bingung wa datang semua urusan beres maka
itu wa dikenal dengan sebutan mister beres, lo jangan kayak sby lo
mukanya cemberut molo emangnya kalo muka lo cemberut gw takut ape, ape
lagi ntu si jusup udah pendek kalo ngomong ilernya muncrat muncrat,
negara ini kalo gak gw yang megang dah hancur rata ame tanah, pada
payah lo sungkem sini lo pade ma gue, 7 master karbitan lo mateng
karena dikarbit begitu dimakan masih sepet gak ade fungsinya dan gak
berguna yang ngajarin juga gak berguna dah bubarin aje neh milis
mendingan lo ikut gue. pentil dewa dewa hidup
(idabaguscokername)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar